Polisi Gerebek Arena Judi di Pasar Hewan, 3 Bandar Ditangkap

Polisi Gerebek Arena Judi di Pasar Hewan, 3 Bandar Ditangkap

Biasanya pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli dengan berbagai jenis barang. Namun di tengah keramaian pasar, ternyata ada yang berusaha untuk mencari kesempatan untuk melangsungkan perjudian. Dengan kondisi pasar yang selalu riuh dan ramai tentunya jarang orang yang memperhatikan kegiatan orang lain. Bahkan banyak orang yang tak mengetahui akan kegiatan perjudian yang mungkin telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Hal ini terjadi di sebuah pasar hewan dimana kegiatan judi telah dilakukan dan nyaris banyak yang tak menyadarinya. Jika biasanya para penjudi melangsungkan kegiatan berjudi di sebuah tempat tersembunyi nan sepi, maka lain halnya dengan di Jember Jawa Timur yang melancarkan aksi judinya di tempat umum yakni di sebuah pasar hewan.

Para pelaku yang ternyata memainkan judi cap jiki atau dikenal pula dengan sebutan judi bola setan memang terbilang cukup cerdik karena memanfaatkan kondisi pasar yang ramai untuk melangsungkan kegiatan tercelanya. Namun kepolisian tak kehilangan jejak para penjudi. Meski dilakukan di tempat yang tak terlalu menonjol, nyatanya para pelaku tetap berhasil diringkus.

Aksi penggerebekan yang dilakukan oleh Unit Reskrim Kepolisian Sektor Balung Kabupaten Jember sempat menimbulkan keterkejutan dari para pelaku yang tengah asik bermain judi cap jiki atau bola setan. Dalam proses penggerebekan tersebut, polisi berhasil meringkuk 3 orang kawanan Bandar judi. Sayangnya karena kondisi pasar yang masih ramai menjadikan sejumlah penombok berhasil lolos dan membaurkan diri dengan pedagang di pasar hingga sulit untuk diringkus.

Baca Juga :  Tim Pemburu Preman Tangkap Tiga Pelaku Judi Dadu

Suasana pasar hewan yang dominan menjual sapi dan kambing tersebut memang selalu ramai sehingga kegiatan perjudian yang dilakukan oleh para penjudi tersebut jika dilihat secara sekilas tidak begitu kelihatan. Tak heran jika aksi tersebut mampu bertahan beberapa lamanya. Namun berkat laporan yang dilakukan oleh salah seorang warga yang memergoki kegiatan melanggar aturan tersebut kepada polisi, akhirnya arena judi yang berada di tengah pasar hewan Desa Tutul kecamatan Balung tersebut berhasil dibongkar.

Dari keterangan yang diberikan oleh Kapolsek balung jember, AKP Sunarto, dalam proses penggerebekan yang dilakukan pada Selasa (5/1) kemarin bukan hanya sang Bandar judi saja yang berhasil diringkus, melainkan juga sejumlah barang bukti. Sejumlah peralatan judi lengkap dengan uang taruhan bernilai 1,3 juta rupiah berhasil diamankan oleh petugas dalam razia tersebut.

Perjudian yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut memang bukan satu-satunya kasus judi yang berhasil dikuak oleh petugas kepolisian di Indonesia. Meski sudah banyak tersangka yang berhasil ditangkap dan merasakan dinginnya jeruji besi, tapi kenyataannya masih banyak penjudi baru yang tak jera dan seolah menantang aturan hukum yang telah dibuat oleh pemerintah. Para penjudi seperti sudah kebal hukum padahal ketika diringkus pun mereka harus siap dengan hukuman yang tak sebentar. Belum lagi dengan adanya denda yang tidak sedikit yang seharusnya memberikan efek jera.

Seperti para pelaku judi cap jiki di pasar hewan tersebut yang kemungkinan akan mendapatkan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun. Tentunyta bukan waktu yang sebentar untuk kesalahan yang bisa dihindari. Namun sayangnya banyak pelaku judi yang sudah buta akan hukum dan memilih tetap melancarkan aksinya entah bagaimanapun caranya. Meski pada akhirnya polisi akan tetap mengetahui dimanapun arena judi digelar. Sebab masyarakat yang sadar akan hukum tak akan tinggal diam dan pastinya siap memberikan laporan kepada pihak berwajib jika terjadi perjudian di lingkungannya.

Demikian informasi diatas. Kami hanya sekedar menyarankan kepada bosku untuk bermain judi casino online saja di internet. Hal ini bertujuan agar anda terhindar dari jeratan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *