Polres Kuansing Ringkus Bandar Judi Sie Jie Tiga Negara

Polres Kuansing Ringkus Bandar Judi Sie Jie Tiga Negara

Di berbagai wilayah di Indonesia ternyata masih banyak oknum yang melancarkan perjudian padahal sudah jelas bahwa Negara Indonesia melarang keras adanya segala jenis judi. Sebab itulah di seluruh wilayah Tanah Air, aparat kepolisian pun masih terus menggencarkan penyisiran demi menemukan pelaku-pelaku perjudian yang mungkin belum sempat tertangkap. Di tahun yang baru ini saja sudah bnyak kasus judi yang berhasil diungkap oleh polisi.

Salah satu yang berhasil dibongkar oleh aparat kepolisian adalah perjudian yang dilakukan di Riau. Belum lama ini, Riau menjadi salah satu tempat yang sukses diungkap oleh polisi karena telah menjadi arena perjudian berjenis Sie Jie yang berasal dari tiga Negara berbeda yakni Singapore, Hongkong dan Sydney.

Polisi yang melakukan razia di kawasan Kabupaten Kuantan Singingi berhasil menemukan Bandar judi Sie Jie di TKP warung kopi dusun Panjang Desa Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau. Bandar judi dengan inisial VA berhasil diringkus dalam proses penggerebekan yang dilakukan Rabu (6/1) kemarin. Menurut konfirmasi yang dilakukan oleh Kapolres Kuansing AKBP Henky Purwanto, SIK, MM, Bandar judi Sie Jie memang benar telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Henky pun menambahkan bahwa bukan hanya Bandar judi tersebut saja yang berhasil diringkus, melainkan juga beberapa alat bukti yang diduga dipergunakan tersangka selama melakukan perjudian. Barang bukti yang berhasil dibawa oleh kapolres antara lain berupa satu unit handphone dan juga buku tabungan serta ATM atas nama pelaku sendiri, VA.

Baca Juga : Polisi Gerebek Arena Judi di Pasar Hewan, 3 Bandar Ditangkap

Dalam keterangan yang diberikan Henky, pelaku Bandar judi VA menggunakan handphone-nya sendiri untuk melakukan pendaftaran akun ke dalam sebuah situs perjudian online. VA pun menyimpan uang sebagai deposit di akun miliknya yang dimanfaatkan untuk proses perjudian Sie Jie sesuai dengan permintaan para kliennya. Keterangan tersebut semakin diperkuat dengan adanya bukti riwayat transaksi judi online Sie Jie Singapore, Sie Jie Hongkong dan Sie Jie Sydney di dalam akun VA.

Penangkapan terhadap VA seharusnya sudah semakin memperjelas bahwa meski perjudian dilakukan secara online pun polisi masih mampu mengendus aksi kejahatan tersebut dan membongkar semua aksi cerdik para pelaku judi hingga bandarnya sekali pun. Namun sayangnya meski sudah banyak pelaku hingga Bandar judi yang ditangkap oleh polisi, jumlah penjudi online maupun offline seolah tak pernah berkurang. Semakin hari ada saja penjudi yang bermunculan.

Terlebih di masa pandemic dimana ekonomi menjadi terguncang dan kian sulit mencari uang. Judi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pemasukan baru selama pandemic ini. Meski demikian, cara mencari uang dengan berjudi tetaplah melanggar hukum dan ada ancaman hukuman yang harus diterima sebagai konsekuensinya.

Seperti Bandar judi VA yang berhasil diringkus polisi pun kini harus mempertanggungjawabkan kejahatannya dibalik jeruji besi dalam kurun waktu yang tak sebentar. Menurut hukum, VA akan dijerat dengan pasal 303 KUHP dimana dirinya akan terancam penjara selama maksimal 10 tahun lamanya. Dengan ditangkapnya VA, polisi berharap kepada seluruh masyarakat untuk tetap pro aktif memberikan segala macam informasi kepada polri jika mengetahui terjadinya kegiatan judi di lingkungan sekitarnya.

Tanpa bantuan msyarakat tentunya polisi akan lebih kesulitan menemukan pelaku judi karena kebanyakan dari mereka menggunakan tempat tersembunyi yang cukup sulit dilacak polisi. Dengan adanya peran aktif dari masyarakat untuk memberantas aksi perjudian di Indonesia, maka akan lebih meringankan beban polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *