Tim Pemburu Preman Tangkap Tiga Pelaku Judi Dadu

Tim Pemburu Preman Tangkap Tiga Pelaku Judi Dadu

Meski permainan dadu di Indonesia sudah jelas dilarang oleh pemerintah, tapi nyatanya masih ada saja aksi perjudian yang berlangsung di beberapa tempat. Seolah menantang aturan yang sudah dibuat pemerintah, para penjudi di Tanah Air masih terus saja melakukan aksinya. Padahal sekali ditangkap penjara pun telah menanti untuk ditempati. Namun nyatanya taka da penjudi yang jera dan masih saja melanjutkan perjudiannya. Seperti yang terjadi di daerah Kembangan, Jakarta Barat pada pertengahan tahun kemarin, 2020, dimana sejumlah pemain judi dadu terjaring razia ketika asyik tengah melancarkan perjudiannya bersama dengan teman-temannya.

Permainan judi dadu memang salah satu jenis perjudian yang umum dimainkan oleh bettor bahkan hingga sekarang ini. Meskipun banyak penjudi yang melakukan aksinya dengan sembunyi-sembunyi tetapi ibarat pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya akan terjatuh juga. Sepandai-pandainya para penjudi menutupi tindakannya akhirnya kepolisian pun dapat menciumnyaa juga. Berkat laporan yang dilakukan oleh para warga sekitar area perjudian yang merasa tertanggu dengan kegiatan judi dadu yang berlangsung beberapa waktu terakhir, akhirnya polisi berhasil menggerebek tempat perjudian dadu dan mengamankan sejumlah penjudi.

Menurut laporan yang terjadi pada bulan juli tahun kemarin, Polda Metro Jakarta barat menjaring pemain judi dadu di daerah kembangan, Jakarta Barat. Setidaknya tiga pelaku berhasil dibekuk dan diamankan oleh kepolisian. Diketahui bahwa yang melakukan penggerebekan di lokasi perjudian dadu adalah Tim Pemburu Preman atau TPP dari Polres Metro Jakarta Barat. Berkat laporan yang diberikan oleh masyarakat, akhirnya TPP berhasil mengamankan ketiga pelaku yang disinyalir tengah asyik melakukan perjudian dadu koprok di lokasi kejadian.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Kasat Samapta Polrestro Jakarta Barat, AKBP Agus Rizal, tiga pelaku yang berhasil diringkus oleh petugas Minggu (26/7/20) dini hari tak lain antara lain adalah berinisial DM berusia 36 tahun, RU usia 43 tahun dan juga SY yang berusia 58 tahun. Dalam keterangan tersebut, ketiga pelaku tengah bermain judi dadu koprok saat petugas datang menyatroni tempat kejadian. Selain tiga pelaku yang berhasil diamankan, petugas juga telah membawa barang bukti yang meliputi satu buah meja dengan tulisan angka-angka, dua unit sepeda motor, tiga buah kocokan dadu, kartu identitas tersangka, satu buah tas, dan sejumlah surat pegadaian. Barang bukti lain yang sukses diamankan petugas adalah berupa satu buah dompet, kartu ATM, uang bernilai 9,13 juta rupiah dan dua unit ponsel.

Kompol Teuku Arsya Khadafi, Kasat Reskrim Polrestro Jakarta barat juga membenarkan keterangan yang diberikan oleh Agus, dimana pihaknya telah menerima penyerahan pelaku perjudian roulette online terpercaya. Teuku pun menambahkan bahwa setelahnya para pelaku diperiksa lebih intensif untuk mendapatkan keterangan lebih mendalam.

Tanpa adanya laporan dari masyarakat, kemungkinan petugas kepolisian tak akan bisa menemukan praktek judi yang tersembunyi tersebut. Berkat kerjasama yang dilakukan oleh masyarakat dan juga aparat kepolisian, semakin banyak oknum penjudi yang berhasil dibekuk. Melalui penangkapan tersebut, kini para pelaku dijerat dengan Pasal 303 KUHP dimana setiap pelaku terancam akan mendapatkan hukuman paling lama 10 tahun penjara. Dengan adanya hukuman yang jelas, seharusnya bisa mengurangi hobi para penjudi untuk terus melakukan aksinya. Meski mendapatkan iming-iming hadiah yang menggiurkan ketika menang, tapi dengan ancaman hukuman yang tak sebentar, sudah semestinya para penjudi yang mungkin belum tertangkap bisa segera menghentikan aksinya yang meresahkan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *