Ulah Nekat Warga Cepu ‘Sulap’ Bagasi Bus Jadi Tempat Judi

Ulah Nekat Warga Cepu 'Sulap' Bagasi Bus Jadi Tempat Judi

Memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya warga masyarakat Indonesia sangat kreatif. Bahkan saking kreatifnya sebuah bagasi bus disulap menjadi sebuah tempat perjudian. Menyulap sebuah bagasi bus menjadi tempat judi ini awalnya tidak diketahui oleh orang. Namun aksi perjudian ini lama kelamaan tercium oleh orang yang berlalu lalang melewati bus tersebut. Aksi ini bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk kreativitas orang dalam menciptakan sebuah hasil karya. Tapi tahukah anda bahwasanya kreativitas ini justru sebagai salah satu bentuk kreativitas yang dinilai negatif.

Mengapa demikian? Dikatakan negatif karena hal tersebut menjadi bagian dari bentuk perjudian yang memang dilarang oleh agama dan juga negara. Akibat dari aksi perjudian yang dilakukan oleh sejumlah orang didalam bagasi bus tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan lima orang yang diduga ikut terlibat kedalam aksi perjudian didalam bagasi bus.

Mereka ditangkap karena tertangkap basah telah melakukan kegiatan perjudian disebuah terminal bus yang berada di daerah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kelima orang pejudi ini nekat melakukan aksinya tersebut dengan menyulap sebuah bagasi bus menjadi tempat perjudian dadu karena dianggap paling aman dan nyaman.

Pihak Kasatreskrim Polres Blora yakni AKP Setiyanto menyatakan bahwasanya proses penggerebekan dan juga penangkapan kelima pejudi dadu didalam bagasi bus tersebut dilakukan pada hari Selasa tengah hari tepatnya pukul 10.30 WIB. Aksi perjudian yang dilakukan didalam bagasi bus ini diketahui oleh pihak Kasatreskrim Polres Blora dikarenakan adanya sebuah laporan dari warga sekitar yang selalu menyaksikan aksi perjudian tersebut.

Baca Juga :  Kisah Taubat Pak Ko, Mantan Bandar Judi yang Beralih Kelola Kedai Kopi

Setelah menerima sejumlah laporan lengkap dengan bukti yang ada, kemudian pihak Kasatreskrim melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan tersebut diperoleh kebenaran terkait adanya praktek perjudian yang dilakukan didalam sebuah bagasi bus mini. Berdasarkan hasil penyelidikan lebih lanjut tersebut, tanpa banyak bicara pihak Kasatreskrim Polre Blora yakni AKP Setiyanto bersama tim langsung melakukan penggerebekan dilokasi yang dilaporkan terdapat praktek perjudian didalam bagasi bus tersebut. Dari hasil penggerebekan didapatkan tiga dari lima orang yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian dinyatakan sebagai terdakwa kasus perjudian dadu. Ketiga orang tersebut tidak hanya warga Cepu sendiri melainkan ada warga daerah lain.

Ketiga orang itu terdiri dari ML berusia 45 tahun dan berasal dari kecamatan Cepu sendiri tepatnya warga desa Nglanjuk, SNT usia 60 tahun berasal dari Kelurahan Balun, dan satu lagi PR warga Kelurahan Karangboyo berusia 49 tahun. Sementara itu dua orang lainnya bukan warga Cepu melainkan berasal dari daerah lain yang terdiri dari HP berusia 39 asal Kecamatan Kramat Jati Jakarta, dan ada pula HS warga desa Bumijawa Kabupaten Tegal berusia 39 tahun.

Baca Juga : Polisi Gerebek Arena Judi di Pasar Hewan, 3 Bandar Ditangkap

Berdasarkan keterangan dari Setiyanto, menurutnya dari semua fakta yang berhasil dihimpun di lapangan, semua kru bus tidak tahu menahu tentang adanya praktik perjudian yang dilakukan oleh lima orang tersebut didalam bagasi kendaraannya itu. Mereka juga mengaku ketika aksi perjudian dadu dilakukan sopir dan juga kernetnya tengah sibuk memperbaiki audio yang saat ini sedang rusak.

Disaat aksi penggerebekan judi dadu itu dilakukan, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang mana barang bukti tersebut terdiri dari satu lebar kertas dengan gambar mata dadu dan juga angka, 3 buah mata dadu, tempat kocokan dadu, uang tunai senilai Rp 1.290.000,00 dan satu buah bus Laju Prima dengan nomor polisi B 7708 IW.

Atas perbuatannya tersebut pelaku akan dijerat dengan KUHP pasal 303 terkait undang-undang perjudian dengan ancaman penjara selama 5 tahun. Kasus perjudian dadu yang dilakukan didalam sebuah bagasi bus ini berhasil diungkap karena laporan dari seluruh lapisan masyarakat sehingga selama kirang lebih tiga bulan terakhir ini pihak kepolisian telah mengintai praktik perjudia yang kini memang tengah marak dijalankan di Blora tersebut. Menurut keterangan Setiyanto sendiri jenis perjudian yang paling banyak dimainkan adalah togel.

Sebaiknya mereka tidak perlu menyulap bagasi untuk membuka praktek perjudian secara offline karena akan mengundang aparat Hukum untuk menindak lanjuti. Mereka dapat bergabung menjadi agen casino online sehingga dapat menjangkau lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *